Friday, April 5, 2013

sejarah sunan cendana dipulau madura / palau garam


sunan cendana adalah cucu dari sunan ampel. beliau ( sunan cendana ) keturunan ke 25 dari nabi muhammad saw. dan nama asli dari sunan cendana adalah syeikh zainal abidin.
sunan cendana diberikan julukan dari masyakat dikarenakan ada suatu kejadian yang sangat luar biasa. beliau sunan cendana bertapa di sebuah pohon cendana sehingga masyarakat lebih mengenal sunan cendana.
Sesepuh kwanyar menceritakan bahwa ada suatu kejadian hebat / mukjizat dalam perjalanan sunan cendana. ketika pada jaman dulu ada sebuah masjid yang membutuhkan beduk untuk dijadikan tanda waktunya sholat. masyarakat setempat memtuhkan kayu besar untuk membuat beduk dikarenakan masyarakt berkeinginan beduk tersebut tidak ada sambungan. masyarakat setempat setelah melakukan perembukan untuk pembuatan beduk untuk masjid, dan masyarakat mulai meninjau pohon besar disekitar daerah tersebut akhirnya menemukan sebuah pohon cendana yang cocok sesuai dengan keinginan. berbondong bongdonglah masyarakat untuk memotong kayu tersebut. ketika pada saat pemotongan kayu cendana tersebut terdengar suara minta tolong suara pohon tersebut berkata "potonglah saya lebih tinggi karena akan kena kepala saya" dengan spontan masyarakat yang melakukan pemotongan kayu cendana tersebut kaget dan terkejut, maka diikutilah perintah suara dari pohon cendana tersebut, setelah bagian atas terpotong waktunya memotong bagian paling bawah, dan pohon tersebut kembali berbicara "tolong potong kebawahan agar tidak kena kaki saya. masyarakat langsung melakukan pemotongan sesuai dengan perintah dari pohon cendana tersebut. setelah bagian atas dan bawah tersebut terpotong dan muncullah sesosok pria dari kayu cendana tersebut dan berkata terima kasih atas bantuan saudara semuanya untuk tidak memotong terlalu tendah dan tidak terlalu tinggi. orang tersebut adalah syekh zainal abidin yang berjulukan sunan cendana. dan beduk tersebut masih ada sampai sekarang dimaajid tersebut.
sunan cendana diperintah oleh sunan ampel untuk menyebarluaskan ajaran agama islam di madura dikarenakan masyarakat madura masih belum mengenal ajaran islam. maka sunan cendana mengikuti perintah yang diamanatkan oleh sunan ampel sesuai dengan petunjuk untuk melakukan ajaran islam di bagian kepulauan madura ( yang lebih kita kenal adalah PULAU GARAM), maka berangkatlah sunan cendana /syehk zainal abidin menuju ke pulau madura dengan berjalan kaki dari surabaya mwnuju kepulau garam/pulau madura, ketika pada jaman dulu tidak ada kendaraan seperti jaman sekarang maka berjalanlah beliau untuk menuju ke pulauan tersebut.
 syekh zainal abidin dalam perjalanannya banyak rintangan yang menghalangi diantaranya pada saat menyeberangi laut diselat madura, ketika itu ada seekor ikan mondung besar yang menghampirinya dipinggiran pantai dan berkata "saya siap mengantarkan kanjeng sunan" dan naiklah sunan cendana dipunggung ikan tersebut menuju pulau madura. sesampai dipinggiran pantai madura tepatnya di kecamatan kwanyar di sebelah timur pantai rongkong dan turunlah sunan cendana tersebut dari ikan mandung. sunan cendana berkata kepada ikan mondung tersebut " hai ikan imbalan apa yang engkau mau dari saya" dan ikan mondung tersebut berkata "saya tidak mengingankan apa-apa melaikan berokah darimu". dan sunan cendana secara spontan berjanji kepada ikan mondung tersebut " apabila ada keturunan saya yang memakan engkau dan keturunanmu maka  keturunan saya akan mengalami suatu penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan atau diobati". ikan mondung tersebut langsung pergi ketengah lautan diselat madura dan sunan cendanan cendana tersebut ber istirahat di sebelah pinggiran pantai rongkang dan tempat tersebut disebut palenggien, setelah beristirahat sunan cendana melanjutkan kembali perjalanan dalam tekat menyebarluaskan ajaran agama islam di belahan madura ( pulau garam )
ada kejadian yang sangat luar biasa yang terjadi di desa kwanyar barat  kecamatan kwanyar disan pada jaman dulu airnya terasa asin dapat diartikan dalam bahasa madura "nyamnyam", ketika itu syekh zainal abidin ( sunan cendana ) akan melakukan sholat dan mencari sumber air untuk melakukan wudhu' dari ujung timur hingga barat desa tersebut tidak menemukan air yang dapat dijadikan wudhu' dikarenakan air tersebut terasa  asin maka sunan cendana kembali kemasjid tersebut dan menancapkan tongkatnya ke daerah pinggiran masjid dengan izin allah swt maka terjadilah sebuah sumber yang  deras dan hanya 2 kolla tidak lebih atau pun kurang, air tersebut terasa netral tidak berasa asin dan seluruh desa tersebut terimbas barokah dari sunan cendana tersebut dikarenakan seluruh desa tersebut airnya tidak terasa asin lagi meskipun dipinggiran pantai.
makam sunan cendana berada di kecamatan kwanyar kabupaten bangkalan.
tags
7 Turunan Sunan Cendana
letak makam sunan Cendana
Ikan Mondung / Sillilah
Posted by: siti hamdiyah
kwanyar, Updated at: 8:48 PM

17 comments:

  1. terima kasih atas sejarahnya
    sekarang saya tau akan sejarahnya,,
    dan saya ngerti kenapa di keluarga saya dilarang memakan ikan yang bernama mondung itu,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ta ???
      brrti sama ma kluarga besar saya !
      kluarga besar saya dilarang makan ikan itu !

      Delete
    2. iya bner !
      malah klw makan ikan laut hrs liat" dulu

      Delete
  2. nanti kl ke madura insyaallah saya mampir,, trims infonya

    ReplyDelete
  3. bagus ceritanya... tapi ada ejaan yang keliru bos....
    artikelnya lumayan buat pengetahuan saya... TRIMS

    ReplyDelete
  4. Terima kasih. Dan maaf sebelumnya, sekedar menambah info yg sy dengar dari kakek sy. Dan ada perbedaan dg yg diatas, yakni seputar asal muassal perjalan beliau dari Jawa ke Madura.

    Beliau mengatakan bahwa Sunan Cendana awalnya seorang tentara bahkan ada yg mengatakan seorang senopati kerajaan Demak. Ringkasnya, pada suatu saat Demak memgalami kekalahan dlm satu peperangan yg mengakibatkan pasukannya harus mundur termasuk didalamnya sunan Cendana, sedangkan musuh terus mengejar.

    akhirnya beliau sampai di pinggir laut dan tak ada jalan kecuali lautan sedangkan musuh berada dibelakang. Maka datanglah ikan besar menghampiri beliau dan meminta agar beliau menaiki ikan itu. Dan kemudian ikan itu membawa beliau ke kwanyar. Disitu beliau menetap dan menyebarkan islam di kwanyar dg pendekatan yg halus seperti yg dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

    Cerita ini pernah sy dengar dibaca oleh panitia pada acara Haul agung Sunan Cendana sekitar 10 Tahun yg lalu.
    Kemudian mohon maaf, sy kurang stuju dg pernyataan yg mengatakan bahwa beliau disuruh langsung oleh sunan Ampel utk menyebarkan islam di Madura. Karna sunan cendana adalah cicit sunan ampel, dlm silsilah yg masyhur yaitu, sunan cendana bin syeikh Khotib bin Sayyid Qosim Sunan Derajat bin Sayyid Rahmatulloh Sunan Ampel. Jadi jarak masa antra Sunan Ampel dan Sunan Cendana sngt jauh kurang lebih satu abad. Dan sangat langka klo buyut dan cicit hidup dlm satu masa. Wallohu A'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf gan saya mau tanya, sudahkah ditemukan obat penyakit tersebut (vitiligo)? karena kebetulan adik saya terjangkit penyakit itu

      Delete
  5. Ada syair yg diarsipkan oleh orang luar yg bercerita tentang Cakraningrat iv dan R anom Zainal Abidin
    "SYAIR MUKOMUKO" beliau merantau pada thn
    1810 ke propinsi Bengkulu. Silakan anda cari di google dengan kata kunci diatas. atau dengan kata kunci "BANGSAWAN MADURA"
    Bahkan beliau menikah dengan anak raja disana.... semoga berguna informasi ini.....

    ReplyDelete
  6. trims y infonya.....
    jdi skrg saya tahu... :)

    ReplyDelete
  7. Bagi yang punya Blogger ni bs gak Gan Bani Sunan Cendana di kumpulkan shg tidak lepas sebuah ikatan Silaturrohim antar Bani Sunan Cendana

    ReplyDelete
  8. tolong dicarikan informasi ttng hubungan s cendana dgn bujuk kholidan bangkalan dan hubungannya dgn kiyai matori probolinggo, serta hubungan kiyai matori dgn kiyai usman al ishaqi

    ReplyDelete
  9. alhamdulillah bisa mengingat kembali apa yang diceritakan oleh kakek saya tentang silsilah keluarga, dan alhamdulillah bisa terjalin silaturahmi dengan saudara-saudaraku yang jauh disana...
    salam dari Kepulauan Riau..

    ReplyDelete
  10. sebelumnya terima kasih untuk semua audien yang telah berkunjung...
    kami akan mencari secara detail silsilah Sunan Cendana Kwanyar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ainun jariyah dari surabaya
      Kebetulan saya merupakan turunan. Ke 7 dr sunan cendana.
      Klo mau tau silsilah sunan cendana keluarga saya punya buku susunan silsilah keluarga sunan cendana .
      Hubungi saya saja langsung di 081252858434 saya juga lagi mencari sodara sodara yang merupakan keturunan dr sunan cendana juga. Ingin mepererat silahtuhrahmi .

      Delete
  11. Semoga saya mempunyai kesempatan untuk bersilaturrahmi ke makam beliau...

    ReplyDelete
  12. Tang mbah bujuk.

    ReplyDelete

berkomentarlah dengan sopan dan santun.
perlu menjadi perhatian apabila anda mencopas artikel ini diharapkan menyertakan sumbernya.